Sharing Pengalaman Mengurus Akte Lahir Sendiri July 17, 2008
Dimulai dari tawaran di RS untuk bantu mengurus akta kelahiran mulai harga 150rb/anak dan katanya ada yang sampai 300rb/anak di RS lain aahirnya saya coba inisiatif ngurus sendiri karena biayanya lebih murah saya ndak bilang gratis loh karena masih butuh ongkos transport untuk berangkat ke catatan sipil.
Eh iya mengapa juga ngurus sendiri? jawabanya karena di RS tersebut paketnya di pisah-pisah tidak dalam satu paket Prosesi bersalin dan Kepengurusan Akta Kelahiran.
Berikut Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengurus akta kelahiran.
- FC Kartu Keluarga
- FC KTP kedua ortu
- FC 2 orang saksi
- FC Surat Nikah yang di legalisir
- FC Surat lahir ASLI dari RS
- Pengantar RT/RW
- Dari Kelurahan – Formulir F.201 ( Pemohon )
- Dari Kelurahan – Formulir F.202/Tripikat (untuk Ybs)
- Pernyataan Partisipasi Satu Jiwa Satu Pohon
Dari Kecamatan
- Verivikasi & Validasi alias tanda tangan dan stempel Formulir F.202
Persyaratan Pendukung Bagi Pemohon Dewasa
- Surat Kenal Lahir
- Ijazah SD / SMP / SMA dll
- Surat Nikah
- SK Kedinasan
- Surat Cerai
Alur Pendaftaran
Ambil Formulir -> Isi -> Setor di loket sesuai dengan kriteria ( 1 – 60 hari ) / diatas 60 hari -> tunggu -> Formulir diberikan kembali -> Ambil Nomor untuk pengambilan nantinya -> Setor lagi di loket Semula -> Selesai.
Mudah baget kan!!!
Sebenarnya prosesi ini bisa ditempuh dalam waktu singkat eh tapi enggak dengan kita. hehehe
Berangkat Pukul 10.00,- karena paginya harus mampir dulu ke kecamatan ngurus tambah jiwa, pada waktu sampai di sana dan melihat persyaratan yang tertempel pada dinding langsung mendadak kaget dan sangat kacau karena ada prasarat untuk fotocopy KTP 2 orang saksi yaitu syarat pada nomor 3.
“waduh masa balik ke rumah??” celetuk aq pada nyonya. tiba-tiba ada orang minimpali
“coba tanya orang baju kotak-kotak itu mas!” timpal orang tsb
“hmnn…” tak pikir panjang langsung aja kusamperin.
“Pak ngurus akte butuh Saksi ya?” tanyaku.
“Oh mas sudah ambil formulir, ambil dulu mas. untuk KTP saksi 5000,- /ktp ya” jawab dia
“Weks!!. oke deh pak”. jawabku dan dalam hati bekata “untung ada bapak ini 5000 gpp deh ketimbang balik pulang”
itung-itungannya 2 KTP untuk satu orang karena aq punya dua jagoan ya butuh 4 KTP jadi total 20.000,-
Setelah isi formulir dan fotocopy selanjutnya setor ke Loket D bertuliskan untuk anak umur 1-60 hari, tunggu beberapa saat akhirnya dipanggil juga formulir diberikan dan selanjutnya ambil nomor di loket sebelah. Prosesi ambil nomor selesai diminta ke loket-1 (satu).
Meluncur..! kebetulan aq berbarengan dengan satu orang yang sedang mencari loket-1 keliling muter-muter hampir di semua ruangan tidak ada loket yang betuliskan loket-1 eh… lah dah lah….ternyata loket yang dimaksud adalah loke-E “Cape deh!!!”
Jam dinding menunjukkan waktu pukul 11.45 tapi di jam HPku 11.35 waktu ku setor penerima di loket tersebut bilang “Sudah tutup mas Waktunya Tidak Cukup mau istirahat!” gile bener masih kurang 20 menitan sudah tutup karena ndak bisa berbuat apa-apa terpaksa nunggu selama 1 jam di kantin.
yah-yah-yah ada hikmahnya juga, selama 1 jam bisa ngobrol-ngobrol siang ama nyonya sambil nyruput ES Jeruk dan ngemil krupuk mau makan hiiii… sekilas melihat makanan yang dijejer di etalase banyak penikmat yang bertengger sambil bersila, banyak lalatnya atuh akhirnya kami berdua memutuskan enggak deh.!
30 menit berselang, dan 1 jam pas Jam dinding waktu kantin menunjukkan pukul 12.55 alias jam 1 kurang 5. oke kami memutuskan kembali ke loket.
sesampainya ternayta sudah banyak orang berjubel dan mengantri, Jam dinding waktu loket menunjukkan pukul 13.00 tapi penjaga tak kunjung datang, pukul 13.10 juga tak kunjung datang padahal sudah banyak yang mengantri.
sembari menunggu, kelihatannya ada yang aneh pada Loket-D bertuliskan untuk pemohon anak usia 1-60 hari sedangkan loke-E untuk anak diatas 60 hari. benerkan ini? sedangkan jagoan saya baru berumur 1,5 bulan alias sekitar 45 hari. kebetulan waktu itu Loket-D kosong melompong hanya beberapa pemohon saja yang mengantri atau bahkan tidak.
Pukul 13.15 akhirnya datang juga..! penjaga datang dan langsung mengambil tumpukan arsip para pemohon, prosesi tunggu lagi dan beberapa waktu kemudian aq dipanggil yang aq sangsikan ternyata benar
“Mas loket sebelah ya!!!” seru penjaga loket.
Kdubrak!!!! “cape Deh!!!” dengan rasa jengkel ku ambil dan langsung ku setor aja keloket sebelah
tak berapa lama prosesi selesai dan Akta bisa diambil dalam jangkawaktu 3 minggu kedepan.
Hitung-hitungan untung rugi ngurus Di RS dan ngurus Sendiri
Ngurus di RS
bersih 150rb/anak jika 2 anak maka 2 x 150rb = 300rb
Jika ngurus sendiri
- Transport Rp.10.000,-
- Fotocopy KK dan KTP Rp. 1.300,-
- Beli KTP saksi di Calo 4 x 5.000,- = Rp. 20.000,-
- Jajan dikanntin Rp. 6.000,-
Total : 10.000,- + 1.300,- + 20.000,- + 6.000,- = Rp. 37.300,-
Total pembulatan Rp. 37.300,- bulatin aja jadi 50.000,-
Total save Rp. 300.000,- – Rp.50.000,- = Rp 250.000,-
Lumayan neh bisa save Rp. 250.000,-
Untuk Calo KTP thanks ya…. btw ada yang tertarik untuk menekuni bisnis ini.
hitung-hitungan kalau 1 ktp Rp. 5000,- dapat 15 KTP = 15 x 5000 = Rp. 75.000,-/hari
Hari aktif 5 hari (senin-jumat) maka Rp.75.000/hari x 5 = 375.000,-
Satu bulan 4 x 375.000,- = Rp. 1.500.000,-/bulan
Lumayan tuh.!!!
Sangat menarik membaca Tulisan anda mengenai Mengurus Akte Lahir sendiri.
Ada-ada aja ya, KTP saksi bisa dijadikan ajang pendapatan juga.
Di Indonesia memang apa – apa serba dikomersilkan, bahkan terkadang RS juga. mudah – mudahan saya tidak termasuk orang yang seperti itu. Amien
yah di indonesia, apa aja bisa di jadiin duit
. btw, aktenya baru bisa jadi setelah 3 minggu yah. apa ga bisa lebih cepat itu ? atau memang sudah aturan dari sana yah
You have a beneficial Blog here Mate. Love your articles very informative, Please preserve up the very good work.
memang aneh klo ngurus di kantor catatan sipil, aq ja ngurus akta kelahiran dg persyaratan yg dah lengkap 100% tetap bayar 80 rb. ni di DEMAK jateng.
memang aneh klo ngurus di kantor catatan sipil, aq ja ngurus akta kelahiran dg persyaratan yg dah lengkap 100% tetap bayar 80 rb. alias di pungli, pdahal seharusnya intruksi dr pemerintah gratis kok suruih bayar piye jallll. aneh ni di DEMAK jateng.
TAMBAH DI DESA SAYA NGURUS AKTA ADA YANG CEPAT DAN LAMBAT … BIROKRASI YANG AH………
Of course, what a great blog and illuminating posts, I will bookmark your blog.Best Regards!
Mbak Zahra…. Wani piro???
makasih infonya… lagi mau ngurus akte buat si kecil…